12 Makanan Khas Bali yang Super Otentik

Pulau Bali tidak hanya terkenal dengan keindahan alam dan daya tarik budayanya saja, tapi juga makanan khas Bali yang beragam dan semakin populer.

Kepopuleran makanan khas pulau dewata tidak hanya karena rasanya yang pas di lidah, tapi juga karena berbagai inovasi seperti mengganti bahan dasar dari daging babi menjadi daging ayam atau ikan laut sehingga bisa untuk siapa saja.

Berikut ini adalah 12 makanan khas Bali super otentik yang sangat wajib untuk dicoba!

Sate Lilit

Sate lilit adalah salah satu makanan khas Bali yang cukup terkenal. Seperti namanya, cara membuat sate ini adalah dengan melilitkan adonan daging ke tusuk sate dari bambu atau batang serai.

Perbedaan lainnya dari sate lilit Bali dengan sate lainnya adalah dari faktor bumbu. Sate lilit umumnya tanpa bumbu kacang maupun bumbu lainnya karena sudah tercampur dengan adonan sate.

Sate lilit bisa menggunakan daging tuna, babi atau ayam. 

Cara pembuatannya adalah dengan menggiling daging hingga halus kemudian mencampur daging yang sudah halus ini dengan rempah seperti bawang merah, bawah putih, daun jeruk, cabai dan serai.

Nasi Jinggo

Makanan khas Bali nasi jinggo

Nasi Jinggo adalah kuliner khas Bali yang ada hampir di setiap Kabupaten. Terdiri dari nasi dengan suwiran daging, sambal, tempe dan mie yang terbungkus dengan daun pisang berbentuk kerucut.

Sepintas, nasi jinggo ini sangat mirip dengan nasi kucing yang menjadi ciri khas angkringan dari Yogyakarta dan Jawa Tengah. Perbedaannya terdapat pada jenis lauk dan cara membungkusnya saja.

Nasi Jinggo menjadi kuliner khas malam hari di Bali, terutama di daerah seperti Denpasar, Kuta dan Ubud. 

Tapi, tidak jarang juga nasi jinggo hadir untuk acara-acara tertentu, namun dengan lauk yang lebih beragam seperti sate lilit, telur asin hingga suwiran ayam betutu.

Kenapa namanya “Nasi Jinggo”? Saat pertama kali munculan, pedagang nasi jinggo menjual dengan harga Rp.1.500 saja, karena harganya inilah kemudian nasi bungkus ini mendapat nama “jinggo” yang artinya 1500. 

Tapi, karena kenaikan harga bahan-bahan pokok, kini Nasi Jinggo memiliki kisaran harga antara Rp.5.000 bahkan hingga Rp.10.000.

Ayam Betutu

Makanan khas Bali ayam betutu

Betutu terbuat dari daging ayam maupun bebek, tapi Ayam Betutulah yang lebih terkenal sebagai makanan tradisional khas Bali yang bercita rasa pedas.

Ayam Betutu adalah daging ayam utuh yang sudah bersih bagian dalam perutnya, kemudian juru masak akan memasukan bumbu rempah atau base genep untuk mengisinya, beberapa daerah juga menambahkan daun singkong ke dalam perut ayam sebagai pelengkap.

Rebus ayam bersama bumbu yang sama selama semalaman untuk mendapatkan tekstur daging yang empuk dan bumbunya meresap.

Sebelum menyajikannya, beberapa tempat biasanya membakar kembali ayam yang sudah matang ini untuk mendapatkan tekstur kulit yang lebih renyah namun dengan daging yang tetap empuk.

Serombotan

Makanan khas Bali serombotan

Serombotan merupakan kuliner khas dari daerah Klungkung, Bali. Makanan yang satu ini mirip dengan urap namun ada sedikit perbedaan pada jenis sayuran serta bumbunya.

Serombotan biasanya terdiri dari bayam, kangkung, kacang panjang, tauge, buncis, terong bulat dan pare yang kemudian dipotong kecil-kecil.

Bumbunya bernama sambel nyuh (sambel kelapa); merupakan campuran cabai, bawang putih, terasi, gula merah dan garam dengan parutan kelapa tua bakar.

Beberapa pedagang juga biasanya menyajikan serombotan dengan bumbu tambahan berupa bumbu kacang setelah sambel nyuh.

Perpaduan dua macam bumbu ini menghasilkan kuliner yang gurih dan pedas.

Tum Ayam

Makanan yang satu ini mirip dengan pepes, yaitu berupa cincangan kasar daging dan bumbu yang terbungkus daun pisang.

Tum sendiri sebenarnya bisa menggunakan daging ayam, sapi, babi bahkan ikan laut, namun yang paling umum adalah tum ayam.

Tum Ayam terdiri dari cincangan daging ayam bercampur secara merata dengan bumbu yang sudah ditumis. Bumbunya terdiri dari kencur, cabai merah, bawang merah, bawang putih, garam, terasi serta minyak kelapa.

Setelah tercampur, baru kemudian adonan ini dibungkus dengan daun pisang dan dikukus.

Kuliner ini biasanya sebagai pelengkap untuk nasi campur khas Bali.

Lawar

Lawar adalah kuliner paling identik dengan pulau Bali. Secara tradisional, makanan ini terbuat dari cincangan sayur dan daging babi, bahkan beberapa jenis lawar juga menggunakan darah hewan sebagai pewarna agar berwarna merah.

Tapi, tidak perlu khawatir, seiring perkembangan zaman, kuliner lawar juga ikut berkembang.

Lawar kini bisa terbuat dari nangka muda, pepaya muda, hingga bonggol pisang. Pilihan bahan utama ini kemudian bercampur dengan cincangan daging hewan, bisa ayam, babi, entog bahkan cumi-cumi.

Sayuran dan cincangan daging ini kemudian dicampur dengan bumbu yang dikenal dengan base genep khas Bali dan siap untuk disajikan.

Menyantap lawar biasanya paling pas dengan nasi panas, jukut ares dan sate lilit.

Tipat Cantok

Tipat cantok makanan khas Bali

Makanan ini adalah gado-gado khas Bali. Tipat memiliki arti ketupat sementara cantok berarti ulek. 

Bedanya, jika gado-gado menggunakan lontong daun pisang maka tipat cantok menggunakan ketupat/tipat yang terbungkus janur.

Bumbunya terbilang sangat sederhana yaitu hanya kacang tanah, gula merah, bawang merah, bawang putih, kencur dan sedikit perasan jeruk limau.

Tipat cantok sendiri tidak punya ‘pakem’ khusus, jadi untuk isian boleh sesuai selera. Biasanya pedagang memiliki kangkung, tauge, kol hingga terong bulat untuk pilihan sayurannya.

Rujak Kuah Pindang

Kuliner rujak mungkin sudah biasa bahkan beberapa daerah punya varian rujak yang khas dengan daerahnya masing-masing. Kalau di Bali, rujak yang khas adalah rujak kuah pindang.

Berbeda dengan bumbu rujak yang umumnya, bumbu rujak untuk rujak kuah pindang adalah kuah pindang ikan tuna dengan cita rasa pedas yang tersaji langsung dengan potongan buah.

Pilihan buah untuk rujak kuah pindang tidak terlalu berbeda dengan rujak pada umumnya, seperti irisan mangga muda, nanas, jambu air, mentimun, dan bengkoang. 

Jika kebetulan berada di daerah pesisir, biasanya ada juga yang mencampurkan rumput laut (bulung) pada rujak kuah pindang.

Tipat Blayag

tipat blayag khas buleleng bali

Tipat Blayag adalah kuliner khas dari daerah Buleleng Bali. 

Keunikannya dimulai dari jenis ketupat/lontong yang digunakan. Tidak menggunakan janur maupun daun pisang, tapi menggunakan daun enau atau aren muda.

Tipat blayag sering disajikan dengan sayur urap, suwiran daging ayam, kacang kedelai, telur rebus dan sate lilit. Kemudian, disiram dengan kuah kental yang merupakan perpaduan antara bumbu khas Buleleng dengan tepung beras.

Jukut Ares

jukut ares khas Bali

Bahan utama berupa batang pohon pisang muda. Orang Bali memasaknya dengan dalam kaldu tulang hewan dalam waktu lama hingga lembut. Jukut ares sangat wajib untuk dicoba kalau sedang berkunjung ke Bali.

Proses pembuatan jukut ares dimulai dengan memilih batang pohon pisangnya, pilih yang muda dan dipakai bagian dalamnya saja. Jenis batang pisang terbaik biasanya berasal dari pisang batu atau pisang raja.

Untuk menghilangkan rasa sepatnya, batang pohon pisang yang sudah diiris tipis-tipis biasanya akan direndam sambil diremas pelan dalam larutan air garam dan kapur, kemudian dicuci lagi hingga bersih.

Saat memasaknya, biasanya akan direbus bersamaan dengan kaldu tulang ayam, babi atau bebek yang sudah ditambahkan dengan bumbu base genep yang sudah ditambah daun jeruk nipis dan daun salam.

Setelah dimasak dalam waktu lama, batang pohon pisang ini akan memiliki tekstur yang lembut tapi juga masih cukup renyah dengan cita rasa agak pedas.

Sambal Matah

sambal matah bali

Memiliki arti “sambal mentah”, mendeskripsikan cara pembuatan dan penyajiannya.

Terdiri dari campuran bawang merah, batang dalam serai, dan cabai. Semuanya diiris tipis-tipis kemudian dicampurkan dengan minyak kelapa, perasan jeruk limau, gula dan garam secukupnya. Bisa juga ditambahkan sedikit terasi jika suka.

Bahan-bahan ini cukup dicampurkan saja, tanpa perlu ditumis maupun diulek dan sudah bisa dinikmati.

Sambal matah kini sudah semakin populer dan tidak hanya bisa ditemukan di Bali. Penggunaannya juga tidak sebatas untuk makanan khas Bali lagi tapi juga sering disajikan bersama ayam goreng, tempe goreng, mie instan hingga steak sambal matah.

Dulunya, sambal matah khas Bali ini disebut dengan sambal bawang oleh masyarakat Bali. Tapi, untuk menghindari kebingungan dengan sambal bawang yang dikenal oleh masyarakat luar Bali, penggiat pariwisata Bali memberinya nama “sambal matah”.

Makanan Khas Bali: Babi Guling

nasi babi guling khas Bali

Bagi yang bisa mengkonsumsinya, babi guling adalah kuliner wajib saat datang ke Bali. 

Awalnya, babi guling hanya disajikan saat ada upacara adat atau upacara keagamaan saja. Tapi, seiring berjalannya waktu, babi guling kini bisa ditemukan hampir setiap hari di warung-warung makan.

Babi guling adalah babi panggang yang menggunakan daging babi muda (anak babi) yang isi perutnya sudah digantikan dengan bumbu dan daun singkong.

Tapi, isi perutnya dibuang begitu saja. Isi perutnya biasanya digoreng terpisah dan disajikan kembali bersama dengan babi gulingnya yang sudah matang.

Cara pembuatannya adalah dengan cara memanggang babi sambil terus diputar-putar (diguling-guling) hingga warnanya berubah kecoklatan dan tekstur kulitnya menjadi renyah.

Nasi Babi Guling / Nasi Be Guling biasanya terdiri dari lawar, daging babi guling yang berbumbu, kulit babi guling yang renyah ditambah lawar dan sate lilit. Beberapa penjual dan warung juga menambahkan jukut ares sebagai pelengkap.

Itulah dua belas makanan khas Bali yang jangan sampai dilewatkan, mulai dari yang benar-benar tradisional hingga yang berhasil mengikuti jaman dan populer. Selain 12 makanan dalam daftar ini, Bali masih punya banyak jajanan dan minuman khas lainnya yang sayang untuk dilewatkan.